Beginilah Cara Pemijahan Pada Ikan Bawal Yang Benar

Beginilah Cara Pemijahan Pada Ikan Bawal Yang Benar

Beginilah Cara Pemijahan Pada Ikan Bawal Yang Benar

 

Bagaimana cara pemijahan pada ikan bawal

Ciri induk betina budidaya ikan bawal nan telah siap untuk dipijahkan yaitu lubang kelaminnya berwarna merah.
Telur induk betina sudah matang gonad dapat dilihat dengan mengambil contoh telurnya menggunakan kateter (canulator). Caranya dengan memasukkan kateter ke dalam bagian urogenital (lubang kelamin betina) nan terdapat saluran kantung telurnya (oviduct) sedalam ± 2,5 cm, lalu diisap secara perlahan sehingga telur sebagian masuk ke dalam selang kateter. Apabila telur sudah berbentuk bulat, warnanya kehijauan, serta mempunyai ukuran nan seragam, menandakan induk sudah matang kelamin serta siap dipijahkan.

 

Kemudian untuk induk jantan budidaya ikan bawal kita dapat mengetesnya dengan memijit atau mengurut bagian di sekitar kelaminnya. Jika mengeluarkan sperma berarti ikan sudah siap untuk membuahi telur. Perawatan induk budidaya ikan bawal harus disendirikan di dalam kolam perawatan serta terpisah antara induk jantan serta betina agar terhindar dari pemijahan liar dimana hasilnya akan tidak optimal. Untuk meningkatkan kualitas induk ikan bawal, sebaiknya ikan diberi pelet nan banyak mengandung protein pada pagi, sore, serta malam hari.

Cara Pemijahan Pada Budidaya Ikan Bawal

Media pemijahan pada budidaya ikan bawal dapat berupa bak semen atau bak fiberglass nan berisi air bersih diberi aerasi nan keras agar nanti telur-telur bawal tetap melanan-lanan di air serta diberi blower. Untuk meningkatan persentase keberhasilan pemijahan pada budidaya ikan bawal lakukan penyuntikan horman pada indukan. Hitunglah kebutuhan hormon untuk penyuntikan pertama serta kedua, lalu ambil hormon pada botolnya menggunakan spuit sesuai kebutuhan, untuk menjamin hormon masuk serta bereaksi dengan baik didalam tubuh induk, encerkan hormon tersebut dengan aquabidest dengan perbandingan 2 – 4 kali lipat.

Selanjutnya tangkap induk betina lalu suntiklah pada bagian punggung sebelah kanan untuk penyuntikan pertama, selanjutnya pada punggung sebelah kiri untuk nan kedua. Pada saat penyuntikan ke dua induk betina lakukan pula penyuntikan induk jantan dengan jumlah hormon nan sudah ditentukan.

Kemudian induk-induk budidaya ikan bawal baik jantan maupun betina nan sudah selesai disuntik disatukan pada wadah pemijahan nan sudah disiapkan. Tutuplah kolam pemijahan dengan menggunakan bahan nan dapat menjaga induk-induk tidak loncat dari dalam wadah ke luar. Amatilah proses pemijahannya, apabila proses pemijahan sudah selesai segera tangkap induk-induknya untuk dipindahkan ke kolam pemeliharaan induk budidaya ikan bawal.

Pemijahan pada budidaya ikan bawal biasanya terjadi pada tengah malam sampai subuh, dimana induk betina mengeluarkan telurnya nan diiringi dengan induk jantan membuahi telur-telur tersebut dengan mengeluarkan spermanya. Pembuahan secara ovipar ini akan menghasilkan telur-telur nan sangat banyak nan dapat dilihat dari telur-telur terdapat berwarna putih jernih melanan-lanan di air. Telur nan biasanya berukuran kecil ketika dilepaskan ke air serta dibuahi akan mengembang sehingga mencapai ukuran beberapa kali lipat ukuran asalnya.

cara pemijahan ikan bawal

Penetasan Telur Budidaya Ikan Bawal

Sesudah proses pemijahan budidaya ikan bawal berjalan dengan lancar selanjutnya telur-telur nan sudah dibuahi dipindahkan ke kolam penetasan serta pemeliharaan. Untuk memudahkan proses pemeliharaan budidaya ikan bawal sebaiknya proses penetasan dilakukan di dalam akuarium nan ukurannya cukup besar untuk sekaligus memelihara larva ikan hingga siap untuk dijadikan bibit. Telur biasanya akan segera menetas dalam waktu sekitar 20 jam. Ketika mulai menetas, kita harus mengupayakan supaya telur tidak mengendap karena dapat berujung pada kegagalan menetas. Untuk penetasan telur budidaya ikan bawal gunakan blower (penghembus udara) di dalam akuarium serta hembusannya harus selalu besar agar telur selalu teraduk (melanan-lanan) dalam air.

Saat penetasan telur budidaya ikan bawal agar kandungan amoniak tidak terlalu tinggi sebaiknya setiap 2 -3 jam sekali selalu dilakukan penggantian air. Karena apabila kandungan amoniak tinggi akan menyebabkan telur gagal menetas atau larva nan baru menetas akan mati. Pada saat pemeliharaan larva hal nan harus dilakukan adalah menjaga kondisi kualitas air agar tetap baik. Diantaranya nan penting dilakukan ialah menyifon kotoran organik nan terdapat pada air, serta melakukan penggantian air secara parsial (0,5 – 0,7 bagian air).

Larva budidaya ikan bawal mempunyai casertagan makanan berupa kuning telur (Yolk) nan besar. Biasanya casertagan makanan tersebut akan habis sesudah berumur 3 – 4 hari sesudah menetas. Oleh sebab itu penyiapan makanan alami berupa artemia, kutu air baru diberikan pada hari ke 4 atau ke 5. Kemudian sesudah berumur tujuh hari maka ikan harus dipindahkan lagi ke kolam nan kian besar, perbandingannya yaitu kira-kira satu liter air per 6 ekor larva. Pemberian pakan berupa pelet nan direndam terkian dahulu dilakukan kepada ikan ketika mereka telah berumur 30 hari.

 

No comments.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat